Pelatihan Pelayanan Antenal Care (ANC), Persalinan, Nifas dan Skrinign Hiprotyroid Kongenital (SHK) Bagi Bidan

Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining/uji saring yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita. Di Indonesia di antara penyakit-penyakit yang bisa dideteksi dengan skrining pada bayi baru lahir dalam  Hipotiroid Kongenital (HK) merupakan penyakit yang jarang ditemui. Kunci keberhasilan pengobatan anak dengan HK adalah deteksi dini dan pengobatan sebelum anak berumur 1 bulan, namun sulit ditegakkan secara klinis. Pada tahun 2023 Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah telah melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan RSUP Prof,DR.R.D. Kandouw Manado sebagai Rumah Sakit  Pusat Rujukan pemeriksaan sampel Skrining Hipotiroid kongenital. Pada pelaksanaannya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga Kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial. Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif. Kegiatan Pelatihan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga bidan di puskesmas dan Rumah Sakit tentang pelayanan Ante Natal Care ( ANC), Persalinan, Nifas dan  Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bidan.  Kegiatan ini  diikuti oleh Tenaga Bidan dari 36 puskesmas dan 3 RS yaitu RSUD Masohi, RSUD Saparua, RSUD Banda ditambah dengan RSU dr,Ishak Umarela, Tulehu. berlangsung selama 5 (lima) hari di Gedung pertemuan Hotel Isabela Masohi. Narasumber Pelatihan Pelayanan ANC, Persalinan, Nifas dan SHK bagi Bidan terdiri dari Tenaga Dokter Spesialis Anak dan Spesialis Patologi Klinik dari RSUD Masohi dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.